Selasa, 12 Juli 2011

Cara Membuat CV Menarik

Curiculum Vitae (CV) anda ibarat cermin bagi perekrut di perusahaan yang anda lamar. Dengan membacanya, seorang rekruiter akan segera bisa membayangkan seperti apa anda, bahkan sebelum mereka melihat anda. Profesionalkah, lamban atau tukang mengeluh?. Karenanya,berhati-hatilah dalam membuat Curiculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup anda.Kalau salah memasukkan informasi, bukan tak mungkin kesempatan anda melayang.


1. Wajah CV.Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik? perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan CV anda dibaca sampai selesai.

a. Kertas :
Jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah.Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno. Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer. Jangan pernah mengirimkan fotokopi CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirim lamaran.

b. Huruf :
Usahakan mengetik CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual.Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya : Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.

2. Isi CV Untuk 'menjual' diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.

a. Data diri :
Pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu: nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telephone.

b. Pendidikan:
Pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.

c. Pengalaman Kerja :
Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda.Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama. Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.

d. Aktivitas dan keterampilan khusus:
Point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya: mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.

e. Minat :
Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda. Jika anda kesulitan dalam menyusun CV anda supaya lebih menarik, maka tidak ada salahnya kalau minta bantuan konsultan CV Builder yang berpengalaman.


Terima kasih telah membaca artikel saya, semoga bermanfaat. Tulisan ini dituliskan di: Office

Jumat, 10 Juni 2011

iGoogle

Subhanallah hari ini aku bangun jam 5 Subuh, lalu aku mengerjakan tugasku yakni membantu kegiatan sosial di LK 3 Nusa Indah

Alhamdulillah perlahan pekerjaanku sudah hampir selesai. Memang aku hanya bisa menyisihkan waktu pada saat pagi hari saja jam 5-jam 9 Pagi, setelah itu aku langsung berangkat kekantor untuk bekerja

Pada LK3 ini saya sengaja aktif karena didalamnya banyak sekali kegiatan sosial yang mendukung hoby saya untuk menjadi MC professional.. wow menarik bukan

Diantara kegiatan sosialnya adalah:
- Santunan dan Bimbel kepada anak-anak kurang mampu
- Santunan dan penyuluhan untuk Jompo
- Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat
- Bimbingan Konseling bagi yag mempunyai masalah berat baik pribadi maupun keluarga
- Dan masih banyak lagi tentunya

Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan Form Absen Standard, Brosur, dan Email.

Senang rasanya bisa berbagi pada hari ini

Cara Mengirim Email

CARA MEMBUAT EMAIL DI ACCOUNT YAHOO

Yang pasti, kamu harus punya akun email (pasti dah punya kan?)
kalo blom, coba masuk ke http://www.yahoo.com atau mail.yahoo.com
setelah itu..
- Klik SIGN UP untuk mendaftarkan diri.
- Kemudian isi identitas kamu di form yg tersedia (teliti)
- Kemudian klik tombol submit/kirim yang ada di bagian bawah (jangan lupa untuk mencentang kotak kecil persetujuannya)
- Apabila data yg kamu masukan benar, maka kamu sudah berhasil mendaftarkan email kamu.

Untuk mengirimkan email :


- Pertama, kamu harus login dulu ke akun email kamu, caranya masuk lagi ke www.yahoo.com atau mail.yahoo.com
- Masukkan user ID yang kamu masukkan di form registrasi tadi beserta password nya (di kolom masing-masing)
- Klik Tombol SIGN IN / MASUK / LOG IN
- Jika User ID dan Passwrdnya benar, maka akan ada tampilan halaman email kamu.
- Klik tombol compose/tulis
- Masukkan alamat email tujuan pada kolom TO / Kepada
- Masukkan topik email pada kolom subject/tentang
- Kalo kamu mau memberikan tembusan ke alamat email lain, masukkan alamat email kedua tersebut pada kolom CC/tembusan
- Kemudian, ketik email /berita yg ingin kamu berikan ke alamat email tujuan tadi.
- Kalo ingin melampirkan file (word, excel, gambar, mp3, dsb..), klik tombol Attach/Lampirkan
- Kemudian klik tombol BROWSE, lalu tentukan lokasi file yg ingin dilampirkan tadi
- Kalau sudah selesai, klik tombol ATTACH
- Setelah proses attachment/lampiran selesai, kamu udah bisa mengirimkan email tersebut ke alamat tujuan kamu dengan mengklik tombol SEND / KIRIM

Nah... sampai disini kamu udah bisa mengirimkan email kamu.
kalau alamat tujuan nya benar, maka email kamu akan diterima di alamat tujuan kamu, jika tidak maka akan ada pemberitahuan (MAELUR DAEMON) yg akan masuk ke INBOX/Kotak Masuk kamu.

Agar akun email kamu tetap aman dan bebas dari gangguan, perlu saya ingatkan untuk menutup kembali akun email kamu setelah selesai, dengan mengklik tombol LOG OUT/ Keluar.

Inspirasi Remaja


Melanglang Buana dengan Busana 
Rabu, 01/06/2011 | 11:10 WIB
Dian Wahyu Utami atau populer dengan nama Dian Pelangi masih berusia sangat belia. Namun karena karya busananya yang lain daripada yang lain, ia mampu menembus pasar luar negeri, suatu hal yang amat jarang bisa dilakukan oleh orang lain.            
Di usianya yang saat ini masih 20-an tahun, Dian Wahyu Utami sudah mampu mensejajarkan namanya dengan para perancang mode yang menjadi seniornya. 
“Saya enggak enak hati karena terkadang disejajarkan dengan perancang senior. Saya malah sempat down. Tapi, justru saya jadi semangat untuk membuktikan diri bahwa saya sanggup dan mempunyai kemampuan yang sama seperti anggota yang lain. Bagi saya, jika ingin dihargai kita harus menunjukkan, kita memang patut untuk dihargai,” ujar Dian.
Nama Dian makin dikenal publik setelah ia mengikuti pagelaran peragaan busana di Melbourne, Australia, Mei 2009. “Fashion show (di Australia) itu merupakan yang pertama kalinya bagi saya,” ujar Dian.        
Setelah peragaan busana itu, Dian kemudian tampil dalam sebuah majalah muslim nasional. Majalah itu kebetulan bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata untuk mengadakan fashion show di Autralia.
Yang tidak disangka Dian, selain dirinya, ada perancang senior Iva Latifah yang juga diajak. “Saya benar-benar terkejut dan enggak menyangka, kok, saya yang junior ini diajak juga,” ujar Dian saat itu. 
Dian pun membawa 40 baju karyanya seorang diri ke Melbourne. Terbayang di benak Dian waktu itu betapa ribetnya membawa busana sendirian karena ia harus menyetrika busana itu sendirian dan memakaikannya ke para model. “Untungnya, saya ada kenalan di Melbourne, jadi bisa membantu saya menyiapkan busana-busana itu untuk dipamerkan,” ujar Dian.
Karya Dian pun menarik minat media Australia, The Edge untuk mengadakan liputan. Sejak itulah beberapa butik di sejumlah kota di Australia, seperti Melbourne, Sidney dan Perth pun mulai memajang busana hasil rancangan perempuan yang hobi menyanyi tersebut.    
Menyusul peragaan busana di Australia, Dian kembali mengikuti fashion show yang digelar
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), pada Agustus 2009. 
Dian sendiri diminta orangtuanya untuk bergabung ke organisasi ini. “Alhamdulillah saya lolos dan menjadi anggota termuda, bahkan sampai sekarang saya masih menjadi anggota termuda di asosiasi itu,” ujar Dian. 
Setelah peragaan busana itu, Dian pun kembali mendapat ajakan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, pada Oktober 2009, untuk mengikuti pameran di Abu Dhabi.
Dian menceritakan pengalaman unik yang mungkin juga dialami oleh pengusaha lainnya. Sebelum berangkat ke Abu Dhabi, ia pernah dibilangi oleh salah seorang perancang untuk tidak membawa batik. “Katanya karena susah lakunya. Ternyata enggak, tuh. Justru busana muslim bercorak batik yang saya bawa habis dibeli. Dari 50 potong yang saya bawa, sisanya tinggal 5 potong,” ujarnya.
Dalam waktu berdekatan, Dian kembali ikut ambil bagian di Jakarta Fashion Week, November 2009. Rancangan busananya pun kembali mendapat tanggapan positif, bahkan semakin sangat luar biasa. “Semua orang saat itu membicarakan saya. Sampai masuk majalah di mana-mana. Padahal, saya enggak berharap seperti itu, benar-benar enggak menyangka,” ujarnya.
Dari situ, koleksi Dian kemudian dilirik oleh Kementrian Pariwisata untuk dibawa ke London, Inggris, April 2010 dalam acara “Indonesia Is Remarkable di Harrods”.

Rancangan Unik
Busana rancangan Dian memang lain daripada yang lain. Dengan merek yang memakai namanya sendiri, Dian Pelangi mengambil corak jumputan yang sangat khas, dengan sentuhan rancangan yang tidak pasaran meskipun kain jumputan bukan hal baru.
Meski karya Dian Pelangi menggunakan kain jumputan, ia justru berhasil menciptakan trend mode. Melalu tangan terampil Dian, kain jumputan terkesan bernuansa etnik dan menggunakan warna-warna shocking. Ini lah yang menjadi kunci keberhasilan Dian menggunakan kain jumputan.
Dian mengatakan, selain desain, ia mengaku tak mau membandrol busana rancangannya dengan harga selangit. “Makanya banyak yang mengajak saya kerjasama untuk menjual kembali di tokonya,” ujarnya. Dia mengatakan, ada tiga koleksi hasil rancangannya, yaitu Mass Production, dibandrol harga sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu, Special Collection berkisar Rp 1 juta sampai Rp 3,5 juta dan Private Collection dihargai di kisaran Rp 2 juta sampai Rp 5 juta-an.
Keunikan lainnya dibandingkan dengan perancang busana lainnya, Dian juga sekaligus memroduksi sendiri kain yang digunakan dalam desainnya.
“Bukan hanya desain, marketing dan promosi saya lakukan sendiri. Bahkan, mulai dari benang hingga jadi busana siap pakai, semua saya lakukan sendiri. Kebetulan keluarga saya memiliki pabrik tekstil di Pekalongan, Jawa Tengah. Jadi, kalau ada pelanggan yang ingin mendesain corak busana sendiri, saya bisa membantu,” ujar Dian.
Dian menceritakan, sebenarnya yang memulai ini semua adalah orangtua. “Saya hanya meneruskan saja,” ujar Dian.
Ia mengatakan, orangtua Dian memulai usahanya dari nol, mulai dari menjumput, membatik sampai mewarnai. Jumlah karyawan yang awalnya hanya 5 orang, berkembang hingga 350 orang karyawan dalam waktu 17 tahun. Termasuk beberapa butik yang digunakan untuk memajang hasil karya Dian merupakan milik orangtuanya. “Butik ini pun sebenarnya sudah disiapkan oleh orangtua, makanya dinamakan Dian Pelangi,” ujar Dian.
Sudah suka menggambar baju sejak kecil, Dian sudah terbiasa medesain bajunya sendiri. Bahkan kalau ingin baju baru, ibunya selalu menyuruhnya untuk mendesain sendiri baju yang diinginkan.
Lulus SMP, ia masuk SMKN 1 Jurusan Tata Busana di Pekalongan. Kebetulan saat itu bersamaan dengan kepindahan orangtua ke Pekalongan untuk membuka pabrik tekstil. Lulus SMK, ia pun mulai diberi tanggung jawab meneruskan butik Dian Pelangi di Jakarta. Padahal, waktu itu umurnya masih 16 tahun. Di Jakarta, Dian semakin serius menekuni dunia fashion. Saya lalu kuliah di sekolah mode ESMOD selama setahun.
 Kini Dian telah memiliki outlet di beberapa kota besar di antaranya Palembang, Medan, Jakarta, bahkan Surabaya dan Pekan Baru. Untuk di Asia, Dian telah membuka outlet di Malaysia.
Dian mengatakan prospek busana muslim ke depan sangat tinggi, bahkan bisa mendorong penjualan aneka pernik dan aksesori yang dibutuhkan wanita muslim (muslimah).
"Bagi saya, pasar busana muslim sudah maju pesat. Coba tengok dengan semakin banyaknya blogger yang mem-posting tren hijab style yang mendapat respon luar biasa dari remaja muslim, mereka tertarik untuk mengikuti. Kemudian, kini online shopping aksesori seperti peniti hingga dalaman kerudung omzetnya bisa berlipat ganda. Ditambah lagi, label Swarovski sampai harus mencari desainer yang bisa membuat aksesori khusus bagi wanita muslim karena wanita di Timur Tengah masih gemar mengenakan aksesori yang bling-bling," paparnya. "Mode busana muslimah lebih kepada styling bukan desain, sehingga lebih banyak pernak-pernik yang harus dibeli dan itu sangat positif," tutup Dian. faz

Minggu, 08 Mei 2011

Sutiani, Pelita dari Bukit Pusung




KOMPAS.com — Semoga sampai sekarang masih banyak pendidik dengan pengabdian sebesar Sutiani, guru SDN Wonorejo IV, di Dusun Pusung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini. Dia adalah sosok pendidik tulen, bukan sekadar pengajar di sekolah formal.
Sutiani mengajar siswa hampir satu sekolah, atau tepatnya siswa kelas I, kelas V, dan kelas VI SDN Wonorejo IV. Dia mengajar tiga kelas saja karena sudah ada seorang rekan guru yang dapat mengajar kelas II dan kelas IV, sejak tahun 2007.
Sebelum ada teman mengajar, Sutiani adalah satu-satunya guru yang bertahan mengajar di sekolah itu. Sekolah yang berlokasi di pegunungan.
"Guru kalau diserahi mengajar di SDN Wonorejo IV ini sering kali merasa seperti dibuang. Cemoohan pasti akan dia terima. Itu sebabnya banyak (guru) yang tak mau mengajar di sini," kata Sutiani.
Lalu, lanjutnya, "Kalaupun pernah ada (guru), tak bertahan lama karena harus menempuh medan yang berat. Namun, tidak bagi saya karena mengajar di sini justru menjadi tantangan. Anak didik dan keluarganya sangat baik kepada kita. Melihat anak-anak itu rasanya seperti beban utang sudah menghilang."
Tantangan terbesar
Sutiani bukan hanya harus merangkap mengajar di tiga kelas sekaligus. Namun, setiap hari dia juga harus menaklukkan medan berbukit untuk mencapai lokasi sekolah. Setidaknya tiga bukit di perbukitan Pusung harus dilaluinya dengan berjalan kaki karena tidak ada angkutan ke lokasi dengan kemiringan lahan mencapai 45 derajat itu.
Sekitar 3-4 kilometer harus ditempuh Sutiani setiap hari dengan berjalan kaki. Beratnya medan pula yang kiranya membuat SDN Wonorejo IV yang dibangun tahun 1988 itu baru direhabilitasi tahun 2008-2009.
Siswa di sekolah ini umumnya berasal dari keluarga penduduk setempat. Jumlah siswanya memang tidak banyak, hanya 34 orang. Rinciannya, kelas I sebanyak 12 siswa, kelas II enam siswa, kelas III empat siswa, kelas IV lima siswa, kelas V tiga siswa, dan kelas VI sebanyak empat siswa.
Dari semua siswa itu pun tidak semuanya kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Alasan utamanya, lokasi SMP cukup jauh dari permukiman warga. Karena itulah, hanya 1-2 anak lulusan SDN Wonorejo IV yang bersedia melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.
Kondisi yang demikian tak membuat dia putus harapan. Untuk membangkitkan semangat anak-anak Pusung agar mau bersekolah, Sutiani mengusahakan selalu mengajar setiap hari. Bahkan, saat ujian pun, kala dia harus menunggu di sekolah yang lain, Sutiani tetap menyempatkan diri singgah ke SDN Wonorejo IV terlebih dahulu. Ini dia lakukan "hanya" untuk memberikan suntikan moril kepada para siswa.
Persiapan ujian
Selama persiapan ujian pun Sutiani rela menginap sekitar seminggu bersama para siswa di sekolah. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan fokus belajar anak-anak petani yang menjadi muridnya. Selama waktu itu, mereka belajar dan makan bersama di bawah pohon, di sekitar bangunan sekolah. Bahkan, kalau ada siswa yang harus bergabung mengikuti ujian di sekolah lain (karena siswa di SDN Wonorejo IV terlalu sedikit), Sutiani pula yang menyiapkan seragam inventaris sekolah untuk murid-muridnya. Seragam itu terjaga bersih dan terlipat rapi di lemari sekolah.
"Jangan sampai anak-anak Pusung tampil memalukan di tempat lain. Ini akan membuat rasa percaya diri mereka jatuh sebelum ujian," ujar Sutiani, yang mengajar di Dusun Pusung sejak tahun 1990 dengan gaji sekitar Rp 7.500 per bulan.
Di luar mendidik secara formal, pada saat jam istirahat Sutiani masih menyempatkan diri mengajarkan cara melipat dan menyetrika baju bagi siswa putri. Tujuannya agar tak hanya kecakapan formal yang dimiliki anak didiknya, tetapi juga kepandaian lain.
Semua itu dilakukan Sutiani dengan senang hati. Ia bahkan tak peduli kalau baru tahun ini dirinya diusulkan mendapat sertifikasi guru, setelah puluhan tahun pengabdiannya. Ia juga bersyukur dengan gaji sekitar Rp 2,7 juta per bulan yang diterimanya saat ini.
Kebodohan
Sutiani bercerita, sejak masih remaja dia memang bercita-cita menjadi guru. Perempuan asal Pasuruan, Jawa Timur, ini sejak kecil telah menjadi anak angkat sebuah keluarga asli Dusun Pusung. Itu sebabnya, dia merasa punya tanggung jawab untuk ikut memajukan warga Pusung.
"Pusung buat saya layaknya tanah kelahiran," kata Sutiani yang tinggal di Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Pusung, nama dusun itu, menurut Sutiani, berati kebodohan. Nama itu melekat di kawasan perbukitan tersebut mungkin karena dahulu pendidikan tak menjadi prioritas warganya. Kondisi itulah yang coba didobrak Sutiani.
"Saya mencoba membuat anak muda Pusung mengenal pendidikan. Orang Pusung tak boleh lagi menyerah begitu saja. Meski daerahnya kurang subur, mereka harus pintar," kata Sutiani menggambarkan tekadnya.
Upaya Sutiani selama bertahun-tahun tak sia-sia. Tahun lalu, meski masih masuk dalam daftar terendah dalam hal kelulusan siswa, nilai kelulusan siswa SDN Wonorejo IV lebih baik dibandingkan dengan sekolah lain yang secara geografis lebih mudah dijangkau. Dia juga mengajak anaknya, Ratna Meilina Kartikasari, yang beranjak dewasa untuk mencintai SDN Wonorejo IV. Sutiani mengajak sang anak mengajar bahasa Inggris di sekolah itu.
"Kalau mengajak orang lain untuk mengajar di sini, tentu susah. Itulah mengapa saya membawa anak saya mengajar dan mencintai sekolah ini," ujarnya.
Sutiani layaknya pelita di perbukitan Pusung. Semangatnya telah menghidupkan gairah anak-anak Dusun Pusung untuk terus mengenyam pendidikan dasar.
Sutiani
Lahir: Malang, 10 April 1966
Anak: Ratna Meilina Kartikasari
Pendidikan: SD Negeri Wonorejo I/SMP Muhammadiyah IV/SPG Muhammadiyah III/Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Malang/S-1 IKIP PGRI Malang
Pengalaman mengajar:-Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, 1986- SD Negeri Kemiri III, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, 1986-1987- SD Muhammadiyah Bumiaji, Kecamatan Batu, Malang, 1987-1988- SD Negeri Wonorejo II, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, 1988-1989- SD Negeri Wonorejo IV, 1990-kini - Tutor buta aksara TNI Angkatan Darat, 1996- Tutor keaksaraan fungsional, 2003- Tutor kejar paket B, 2007-2008- Tutor kejar paket C, 2007-2008- Guru dan pendiri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman Padu Salsabila, 2004
Penghargaan:- Perempuan Peduli Pendidikan dari Bupati Malang, 2007/Pengabdian guru terpencil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, 2004

Rabu, 04 Mei 2011

Hujan Kamis 5 May 2011

Halo Diar

Hari ini hujan lumayan besar hujannya dan awet, jadi sambil nunggu hujan reda, saya coba menghafal Qur'an dan cek email di Laptop

Kemarin saya juga melayat kerumah Mayani karena Suami nya meninggal karena penyakit pusing. Maya kelihatannya sangat sedih dan merasa kehilangan, saya sangat tau karena dia begitu mencintai Suaminya Almarhum Bang Aci

Terus semalam aku juga berangkat Liqo jam 10 Malam Alhamdulillah sampai disana tidak terlambat, disana sudah Akh Surya dan Arif seneng banget bisa melihat mereka. Setelah ngobrol ngalur ngidul seperti biasa liqo saya yang buka, karena saya sebagai Mc yang sudah dikukuhkan.. terkadang kalau ngobrol tidak distop maka liqo gak mulai-mulai

Malam itu yang tidak hadir diantaranya:
-Ustadz Sholeh sedang cabut gigi
-Priyatna masih cuti hamil
-Yarukhi tidak ada kabar
-Lambay sedang kekararawang ketempat Paman dari Istrinya untuk acara 40 hari wafatnya Paman beliau

Yang hadir:
-James, Cahyo, Nandes, Arif, Surya

Dalam liqo yang kita bahas diantaranya: QS Al Imran Ayat 103
Ayat tersebut mennyuruh kita agar tidak bercerai berai, ayat tersebut dikupas habis oleh Arif. Alhamdulillah kita punya Asdos (Assisten Dosen) jadi saat Ustadz tidakk hadir, maka beliaulah yang menggantikan

Sudah segitu dulu ya... karena saya mau berangkat kekantor nih...


Go TO Campus

Hari ini gw hampir seharian nyari kampus yang pas untuk masa depan kuliah gw... Alhamdulillah akhirnya dapat di Interstudy daerah Bulungan Blok M, asik juga tuh, kalau nanti gw jadi kuliah disana setelah kuliah selesai gw bisa langsung kuliner dan beli pakaian disana

Gw datang kesana sekitar jam 2 siang dan selesai jam 3.30 karena sudah azan Ashar maka gw putuskan untuk sholat disana di kampus baru gw, setelah itu gw baru pulang, dengan PD nya gw berjalan menyusuri kantor Jl Raya gw pikir akan ke arah Prapanca tapi malah ke arah Sudirman, sepanjang Jalan, akhirnya gw nanya sama pengendara motor yang lain, "Mas arah mampang kemana ya?",,, tanya aku

Akhirnya dengan berbagai upaya akhirnya gw sampai ke Tendean dan Mampang... dan sepulangnya gw beli Mie Ayam 2 Bungkus untukk orang rumah. Sampai dirumah istri gw lagi siap2 mau ngaji sudah kebanyang repot banget kan, belum jilbabnya dan sebagainya

Sudah dulu deh nanti aku lanjut lagi...

Wednesday, May 04 2011/ 06:56 PM